Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu
Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama
Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Ayah,
Aku merindukanmu
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Puisi untuk Ayah (aLm)
Diposting oleh
Ilma Ratna Iza
di
23.54
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
Kemarin...
Aku mencintainya, tapi aku tak mampu mengungkapkan yang aku rasa..
Berada didekatnya,
hatiku bagai dentuman hebat seperti pertama kaLi merasakan jatuh cinta..
Candamu, seLaLu membuatku rindu akan dirimu..
Tuhan.. izinkan aku untuk jadi kekasihnya..
Aku tak tau dia mempunyai perasaan yang sama pula terhadapku atau tidak??
Aku hanya bisa dekat dengannya, meskipun hanya dengan memberi bantuan yang aku bisa..
Setiap kaLi dia menatapku,
aku bagaikan putri maLu yang Layu akan sentuhannya..
Apakah ini yang namanya cinta??
Atau hanya kekaguman sesaat??
Tapi kemarin aku merasakan ada yang berbeda dihatiku,
aku sungguh tidak ingin dia jauh dariku..
Meskipun aku hanya bisa menatapnya, tanpa harus memilikinya..
Taukah kamu akan perasaanku terhadapmu duLu??
Yang sesaat tersimpan daLam hatiku..
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Berada didekatnya,
hatiku bagai dentuman hebat seperti pertama kaLi merasakan jatuh cinta..
Candamu, seLaLu membuatku rindu akan dirimu..
Tuhan.. izinkan aku untuk jadi kekasihnya..
Aku tak tau dia mempunyai perasaan yang sama pula terhadapku atau tidak??
Aku hanya bisa dekat dengannya, meskipun hanya dengan memberi bantuan yang aku bisa..
Setiap kaLi dia menatapku,
aku bagaikan putri maLu yang Layu akan sentuhannya..
Apakah ini yang namanya cinta??
Atau hanya kekaguman sesaat??
Tapi kemarin aku merasakan ada yang berbeda dihatiku,
aku sungguh tidak ingin dia jauh dariku..
Meskipun aku hanya bisa menatapnya, tanpa harus memilikinya..
Taukah kamu akan perasaanku terhadapmu duLu??
Yang sesaat tersimpan daLam hatiku..
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Diposting oleh
Ilma Ratna Iza
di
23.52
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Puisi
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Desember 2010
Puisi untuk Ayah (aLm)
Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu
Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama
Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Ayah,
Aku merindukanmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu
Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama
Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya
Ayah,
Aku merindukanmu
Kemarin...
Aku mencintainya, tapi aku tak mampu mengungkapkan yang aku rasa..
Berada didekatnya,
hatiku bagai dentuman hebat seperti pertama kaLi merasakan jatuh cinta..
Candamu, seLaLu membuatku rindu akan dirimu..
Tuhan.. izinkan aku untuk jadi kekasihnya..
Aku tak tau dia mempunyai perasaan yang sama pula terhadapku atau tidak??
Aku hanya bisa dekat dengannya, meskipun hanya dengan memberi bantuan yang aku bisa..
Setiap kaLi dia menatapku,
aku bagaikan putri maLu yang Layu akan sentuhannya..
Apakah ini yang namanya cinta??
Atau hanya kekaguman sesaat??
Tapi kemarin aku merasakan ada yang berbeda dihatiku,
aku sungguh tidak ingin dia jauh dariku..
Meskipun aku hanya bisa menatapnya, tanpa harus memilikinya..
Taukah kamu akan perasaanku terhadapmu duLu??
Yang sesaat tersimpan daLam hatiku..
Berada didekatnya,
hatiku bagai dentuman hebat seperti pertama kaLi merasakan jatuh cinta..
Candamu, seLaLu membuatku rindu akan dirimu..
Tuhan.. izinkan aku untuk jadi kekasihnya..
Aku tak tau dia mempunyai perasaan yang sama pula terhadapku atau tidak??
Aku hanya bisa dekat dengannya, meskipun hanya dengan memberi bantuan yang aku bisa..
Setiap kaLi dia menatapku,
aku bagaikan putri maLu yang Layu akan sentuhannya..
Apakah ini yang namanya cinta??
Atau hanya kekaguman sesaat??
Tapi kemarin aku merasakan ada yang berbeda dihatiku,
aku sungguh tidak ingin dia jauh dariku..
Meskipun aku hanya bisa menatapnya, tanpa harus memilikinya..
Taukah kamu akan perasaanku terhadapmu duLu??
Yang sesaat tersimpan daLam hatiku..
Langganan:
Postingan (Atom)

